Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts
Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts

Menjawab Kristen Tentang "Saudara Perempuan Harun" pada Surat Maryam Ayat 28

December 7, 2020

Masalah dipanggilnya Maryam saudara Harun ini, Sebenarnya sudah lama juga atau sejak jaman Nabi SAW masih ada , di tanyakan oleh orang kristen. Seperti hadits yang di riwayatkan oleh Al Mugirah bin Syu'bah ini.

Bahwa ia diutus oleh Rasulullah saw, ke Najran di negeri Yaman, dimana terdapat banyak orang-orang Nasrani dan mereka bertanya kepadanya, "Mengapa kamu membaca Alquran, "hai saudara perempuan Harun", padahal Harun dan Musa itu hidupnya lama sekali sebelum lahirnya Isa putra Maryam?". Mugirah tidak sempat memberikan jawaban dan ketika ia pulang ke Madinah dan menghadap Rasulullah, ia mengemukakan pertanyaan itu. Oleh Rasulullah. saw dijawab, "Mengapa olehmu tidak diberitahukan bahwa kebiasaan Bani Israel itu suka menyebut-nyebut nama para Nabinya dan orang-orang yang saleh sebelumnya.

Namun sampai sekarang pun masalah "hai saudara peremuan harun " ini sering kali muncul dan di jadikan alasan para misionaris untuk melontarkan tuduhan-tuduhan bahwa Al-Qur’an salah menuliskan sebuah sejarah menganggap maryam Ibu Isa As hidup semasa Harun as dan Musa as, yang rentang waktunya berbeda sekitar 15 abad.

Benarkah tuduhan mereka tersebut ?

Bisa Anda temukan jawabanya di video berikut ini:


LOCKDOWN ala Umar Bin Khatab RA dan SOSIAL DISTANSI ala Amru bin Ash RA

March 20, 2020

Semuanya saat ini sedang marak terjadi penyebaran virus Corona yang kemudian diberi nama oleh Who sebagai Coronavirus Disease That Was Discovered 2019 disingkat covid-19 penyebaran wabah ini sangat cepat di mana hanya dalam tempo 3 bulan telah terjadi 213.557 kasus, dan korban meninggal sebanyak 8790 jiwa.

Organisasi kesehatan dunia Who telah menginstruksikan kepada setiap pemimpin negara yang rentan terhadap penyebaran virus ini untuk segera menerapkan Lockdown (isolasi), dan Sosial Distenci (menjaga jarak)  di negara masing-masing.



Cerita Batu Hajar Aswad Yang Belum Di Ketahui Orang

June 19, 2015



Salah satu bagian Kabah yang memilki kisah panjang adalah Hajar Aswad. Batu yang disebut berasal dari surga itu banyak diperebutkan orang.

Bahkan, saat dilakukan renovasi yang mengubah total bentuk Kabah pada Zaman sebelum Kenabian, hampir terjadi pertumpahan darah. Gara-garanya, semua suku berebut untuk meletakkan Hajar Aswad ke posisinya. Mengangkat Hajar Aswad dan menempatkan ke posisi semula memang menjadi sebuah kehormatan bagi suku-suku itu.

Dan sesepuh Suku Quraisy kemudian mengambil jalan tengah. Mereka bersepakat menyerahkan keputusan peletakan Hajar Aswad kepada orang pertama yang masuk ke Masjidil Haram. Dan ternyata orang pertama itu adalah Nabi Muhammad.

Dengan bijak, Nabi Muhammad memutuskan batu hitam itu dibawa dengan menggunakan kain sehingga setiap kepala suku yang berebut itu bisa membawa batu itu secara bersama-sama. Sehingga pertumpahan darah bisa dielakkan.

Semula, Hajar Aswad adalah sebuah batu utuh berdiameter sekitar 30 sentimeter. Namun, setelah terjadi peristiwa, batu itu pecah dan tersisa delapan keping batuan. Pecahan-pecahan itul kemudian disatukan dengan bingkai perak, lalu dipasangkan ke tempat asalnya.

Semua sepakat yang menyebabkan terpecah-belahnya Hajar Aswad itu adalah kelompok Ismailiyah Bahrain yang disebut Qarmatians yang melakukan invasi ke Mekah. Mereka menyatakan ibadah haji merupakan tindakan tahayul. Mereka juga membunuh sekitar 70 ribu jamaah haji dan membuang tubuh mereka ke sumur Zamzam.

Tak puas dengan tindakan biadab itu, mereka mengambil Hajar Aswad. Mereka menguasai Hajar Aswad selama 22 tahun sejak tahun 317 Hijriyah. Kemudian meminta tebusan hingga akhirnya dipaksa menyerahkan batu itu oleh Khalifah Abassiah.

Saat dikembalikan, batu itu sudah terpecah-pecah. Dan satu-satunya cara untuk menjaga batu itu tetap utuh adalah mengikat mereka dengan kerangka perak. Beberapa sejarawan menceritakan bahwa masih ada beberapa bagian dari batu itu yang hilang.

Begitulah sebagian kisah Kabah yang belum banyak terungkap. Setelah melalui ujian panjang, Kabah tetap tegak. Menjadi kompas setiap muslim di seluruh planet bumi untuk salat. Ia kokoh sebagai tempat paling disucikan umat Islam. Dulu maupun sekarang.

sumber: dream.co.id

Apa Saja Sih Isi di Dalam Ka'bah Itu ?

June 18, 2015

Mengenal Fisik Ka’bah:

Bagian Luar

Bentuk Ka’bah kira-kira segi empat, dibangun dengan batu biru yang keras. Tingginya sampai 15 m. Panjang sisi tempat pancuran air mizab dan sisi depannya adalah 10,1 m. Panjang sisi tempat pintu Ka’bah dan belakangnya adalah 12 m. Pintu Ka’bah setinggi 2 m dari lantai, naik dengan menggunakan tangga seperti tangga mimbar. Saat ini, tangganya terbuat dari kayu berlapis perak yang dihadiahkan oleh salah seorang pengusaha India ke Ka’bah. Tangga tersebut tidak diletakkan di dekat Ka’bah kecuali jika pintu itu akan dibuka untuk kunjungan dalam momen-momen tertentu. Tidak lebih dari 15 kali setahun.



Di sudut sebelah kiri pintu Ka’bah, terdapat Hajar Aswad. Tingginya 1,5 m dari atas lantai thawaf. Orang Arab menyebut sudut (rukun) Ka’bah sesuai arah kemana rukun itu menghadap. Yang menghadap ke Utara dinamai rukun Irak. Yang menghadap ke Barat dinamai rukun Syam. Ke Selatan rukun Yamani. Dan yang ke Timur dinamai rukun Hajar Aswad karena Hajar Aswad berada di sudut tersebut.

Hajar Aswad adalah sebuah batu mengkilat berbentuk oval tidak beraturan. Warnanya hitam kemerah-merahan. Di batu itu terdapat warna merah dengan garis-garis kuning bekas penempelan potongan-potongan Hajar Aswad yang pecah. Diameternya kurang lebih 30 cm. dan dikelilingi dengan bingkai perak setebal 10 cm.

Pancuran yang muncul dari atas atap di bagian tengah dinding rukun utara dan rukun barat adalah mizab rahmah. Mizab ini dibuat oleh al-Hajjaj bin Yusuf dengan tujuan agar air tidak tergenang di atap Ka’bah. Pada tahun 959 H, Sultan Sulaiman al-Utsmani mengganti ujungnya dengan bahan perak. Kemudian pada tahun 1021 H, Sultan Ahmad al-Utsmani mengganti ujungnya dengan perak berukir yang ditulis dengan tinta biru berselang-seling emas. Pada tahun 1273 H, Sultan Abdul Majid al-Utsmani mengirim pancuran air yang seluruhnya terbuat dari emas. Mizab atau pancuran air itulah yang ada sampai sekarang ini.

Di depan mizab terdapat al-hatim. Yaitu bangunan melengkung setengah lingkaran yang kedua ujungnya berada di rukun utara dan barat dengan jarak 2,3 m. Tingginya 1 m dan tebalnya 1,5 m. Bagian ini dibeton dengan batu pualam berukir. Dan di sepanjang bagian atas terdapat tulisan yang dipahat. Jarak dari tengah dinding bagian dalam ke dinding Ka’bah 8,44 m. Ruang yang ada di antara keduanya disebut Hijir Ismail. Tiga meter dari ruang ini, pada masa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam termasuk bangunan Ka’bah. Ada yang menyatakan bahwa Hajar dan Ismail dimakamkan di tempat ini.

Bagian Dalam

Gambar 1

Gambar 1: Salah satu rukun atau sisi Ka’bah al-Musyarrfah. Tampak di bagian atas bagian kain kiswah dalam yang khusus untuk Ka’bah.

Gambar 2

Gambar 2: Lemari di dalam Ka’bah. Posisi lemari ini tepat berada di depan pintu Ka’bah –jika dilihat dari bagian dalam. Di atasnya biasa diletakkan alat pewangi dari asap kayu gaharu yang khusus untuk mengharumi ruangan Ka’bah. Biasanya hal ini dilakukan setelah prosesi pencucian Ka’bah. Di dalam lemari ini juga tersimpan semacam kapur pewangi yang beraroma mawar untuk membaluri dinding Ka’bah agar tetap wangi. Hal itu juga dilakukan setelah dinding-dinding Ka’bah dicuci dengan air zam-zam yang dicampuri dengan air mawar.

Gambar 3

Gambar 3: Ini adalah tempat shalat Rasulullah ﷺ ketika beliau memasuki Ka’bah yang mulia. Raja-raja, gubernur-gubernur Mekah al-Mukaramah, atau tamu kerajaan selalu shalat di tempat ini sebelum memulai prosesi pencucian Ka’bah yang mulia. Mungkin setelahnya bisa jadi orang-orang yang turut serta dalam prosesi pencucian Ka’bah atau masyarakat biasa ikut shalat pula di tempat ini. Kita memohon kepada Allah termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan itu.

Gambar 4

Gambar 4: Bagian kecil di dinging Ka’bah berupa batu tertentu. Posisinya menghadap tempat shalat Nabi ﷺ tadi. Pada batu tersebut tertulis kalimat “laa ilaaha illallaah, Muhammad rasulullah”.

Gambar 5

Gambar 5: Sebuah pintu yang terdapat di dalam Ka’bah. Pintu ini bukanlah pintu utama Ka’bah. Pintu ini dinamakan pintu taubat. Di dalam pintu tersebut terdapat tangga menuju kea tap Ka’bah.

Gambar 6

Gambar 6: Tiga buah tiang di dalam Ka’bah. Tiang ini terbuat dari kayu yang terbaik dan disepuh dengan emas murni. Bagian atasnya terlihat kain kiswah bagian dalam yang berwarna hijau. Tampak juga pada gambar ini lampu-lampu kecil, tempat pengasapan kayu gaharu, dan wadah-wadah. Benda-benda tersebut adalah hadiah pemberian dari para khalifah, para sultan, para amir, dan para raja sepanjang sejarah Islam untuk Ka’bah yang mulia.

Gambar 7


Gambar 7: Terlihat 3 tiang lainnya yang berada di dalam Ka’bah. Tiga buah tiang yang terbuat dari kayu yang terbaik dan disepuh dengan emas murni. Tampak pada gambar pintu masuk Ka’bah atau dikenal dengan Pintu Ka’bah. Pada gambar ini juga terlihat lemari yang berada di depan Pintu Ka’bah dan di atasnya terdapat alat untuk pengasapan kayu gaharu. Yang digunakan untuk mengharumkan ruang dalam Ka’bah.

sumber : kisah muslim








Ingin Pahami Jilbab, Pakailah: Seruan Muslimah AS

January 26, 2014

imagesjilbab

Muslimah Amerika tak berhenti meluruskan kesalahpahaman tentang jilbab. Itu sebabnya, mereka tak henti berkampanye, salah satunya melalui The Hijab Project.

"Ini adalah sebuah eksperimen dimana Muslimah dan non-Muslim terlibat," kata Amara Majee, pendiri proyek seperti dilansir dalam The Hijab Project, Ahad (26/1).

Amara mengatakan fokus dari kampanye ini mencakup beberapa tiitik yakni sekolah, mal dan ruang publik. Di titik-titik itu, kalangan non-Muslim bersama Muslimah mengenakan hijab. Disana, mereka akan mengamati reaksi masyarakat.

"Apa yang Anda rasakan saat itu, akan mempengaruhi orang banyak. Maka, dasarnya, kami ingin berbagi pengalaman, kisah Anda ketika berjilbab," kata Majeed.

Amara yang merupakan keturunan keluarga imigran memahami pentingnya jembatan kesepahaman antara Islam dan warga AS. Jembatan ini yang kemudian ia implementasikan melalu The Hijab Project.

"Perlu lebih banyak informasi agar kesalahpahaman itu bisa diluruskan," kata dia.

Amara mengungkap seringkali masyarakat Barat berpikir jilbab itu merupakan bentuk pemaksaan. Padahal itu didasarkan pada niat.

Sejak diluncurkan Desember tahun lalu, proyek ini mendapat respon luar biasa. Ratusan non-Muslim dari seluruh dunia ambil bagian.

Salah seorang peserta dari kalangan non- Muslim mengaku awalnya merasa aneh dengan jilbab. Namun ketika memahami apa arti jilbab dan reaksi masyarakat Barat terhadap jilbab, ia merasa perlakuaan yang dialami Muslimah tidaklah adil.

"Saya awalnya mengutuk, tapi pengalamanan ini memberikan kesadaran sosial," kata dia yang pengalamannya dimuat pada laman The Hijab Project.

Disney Izinkan Karyawatinya Berjilbab

September 29, 2010

Disneyland akhirnya mengizinkan karyawatinya me ngenakan jilbab di tempat kerja. Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Councilon American-Islamic Relations (CAIR) cabang Los Angeles, Senin (27/9) waktu setempat. Ini merupakan buah advokasi yang dilakukan lembaga tersebut.

“Kami senang Disney menemukan cara untuk memenuhi kewajiban agama pekerja Muslimnya,” kata Wakil Direktur Eksekutif CAIR cabang Los Angeles, Ameena Qazi seperti dikutip US Newswire. Ini sebuah pesan bagi para pekerja yang beragama minoritas bahwa mereka disambut baik untuk bergabung dengan tim Disney.

Selama bertahun-tahun CAIR yang berkantor Los Angeles ataupun di kantor pusat menerima keluhan dari perempuan Muslim, yang belum diizinkan oleh Disney untuk menda patkan pekerjaan di bagian depan. Jilbab menjadi alasan manajemen Disney menjalankan kebijakan itu.

Pekan lalu, Direktur Eksekutif CAIR di Los Angeles, Hussam Ay loush, melayangkan surat ke se jumlah eksekutif di Disney. Isinya masukan agar mereka mengubah kebijak annya agar mengakomodasi ke ber agaman di perusahaan mereka. Termasuk menerima perempuan Muslim yang berjilbab bekerja di sana.

Ayloush meminta agar Muslimah berjilbab yang sudah diterima be kerja tetap dipertahankan bekerja dan diperbolehkan tetap berjilbab.

Hal sama, kata dia, mestinya juga di berlakukan kepada karyawan lain nya yang karena ajaran agamanya mengenakan pakaian tertentu. “Kami mendesak Disney memberi ruang,” ujarnya.

Ini terkait keluhan yang sebelumnya disampaikan Noor Abdallah, yang bekerja di Disneyland Resort Esplanade. Ia tak diperkenankan memakai jilbabnya. Namun, ia bersi keras berjilbab. CAIR melakukan me diasi dengan pihak Disney dan akhirnya sepakat Noor Abdallah bi sa tetap bekerja dengan berjilbab.

Menurut juru bicara Disneyland, Suzi Brown, Disney dan Noor bersama-sama mendesain jilbab yang sesuai dengan kostum yang dikenakan saat bekerja. Di sisi lain, sesuai dengan aturan agama Islam. Noor, ujar dia, telah mengenakan jilbab yang dirancang bersama sejak awal bulan ini.

“Walt Disney Parks and Resorts telah mengakomodasi kewajiban agama para pekerjanya,” katanya.

Sebelumnya, seorang Muslimah ber jilbab mendesak Disney tetap mengizinkannya bekerja. Muslimah tersebut bekerja sebagai pelayan di Disney’s Grand Californian Hotel. Kasusnya masih terus berjalan.