Showing posts with label Update News. Show all posts
Showing posts with label Update News. Show all posts

Abu Nawas Si Kabayan Dari Timur Tengah

March 19, 2015


Tuhanku, hamba tidaklah pantas menjadi penghuni surga (Firdaus).
Namun, hamba juga tidak kuat menahan panas api neraka.
Maka perkenankanlah hamba bertobat dan ampunilah dosa-dosa hamba.
Karena sesungguhnya Engkau Pengampun dosa-dosa besar.

Yakinlah, dan Pejamkan Mata oleh Salim A. Fillah

May 23, 2014

 iman adalah mata yang terbuka,
mendahului datangnya cahaya
tapi jika terlalu silau, pejamkan saja
lalu rasakan hangatnya keajaiban

Saya tertakjub membaca kisah ini; bahwa Sang Nabi hari itu berdoa.

Di padang Badr yang tandus dan kering, semak durinya yang memerah dan langitnya yang cerah, sesaat kesunyian mendesing. Dua pasukan telah berhadapan. Tak imbang memang. Yang pelik, sebagian mereka terikat oleh darah, namun terpisah oleh ‘aqidah. Dan mereka tahu inilah hari furqan; hari terpisahnya kebenaran dan kebathilan. Ini hari penentuan akankah keberwujudan mereka berlanjut.

Doa itulah yang mencenungkan saya. “Ya Allah”, lirihnya dengan mata kaca, “Jika Kau biarkan pasukan ini binasa, Kau takkan disembah lagi di bumi! Ya Allah, kecuali jika Kau memang menghendaki untuk tak lagi disembah di bumi!” Gemetar bahu itu oleh isaknya, dan selendang di pundaknya pun luruh seiring gigil yang menyesakkan.

Andai boleh lancang, saya menyebutnya doa yang mengancam. Dan Abu Bakr, lelaki dengan iman tanpa retak itu punya kalimat yang jauh lebih santun untuk menggambarkan perasaan saya. “Sudahlah Ya Rasulallah”, bisiknya sambil mengalungkan kembali selendang Sang Nabi, “Demi Allah, Dia takkan pernah mengingkari janjiNya padamu!”

Doa itu telah menerbitkan sejuta tanya di hati saya. Ringkasnya; mengapa begitu bunyinya? Tetapi kemudian, saya membaca lagi dengan sama takjubnya pinta Ibrahim, kekasih Allah itu. “Tunjukkan padaku duhai Rabbi, bagaimana Kau hidupkan yang mati!”, begitu katanya. Ah ya.. Saya menangkap getar yang sama. Saya menangkap nada yang serupa. Itu iman. Itu iman yang gelisah.

Entah mengapa, para peyakin sejati justru selalu menyisakan ruang di hatinya untuk bertanya, atau menagih. Mungkin saja itu bagian dari sisi manusiawi mereka. Atau mungkin justru, itu untuk membedakan iman mereka yang suci dari hawa nafsu yang dicarikan pembenaran. Untuk membedakan keyakinan mereka yang menghunjam dari kepercayaan yang bulat namun tanpa pijakan.

Kita tahu, di Badr hari itu, Abu Jahl juga berdoa. Dengan kuda perkasanya, dengan mata menantangnya, dengan suara lantangnya, dan telunjuk yang mengacung ke langit dia berseru, “Ya Allah, jika yang dibawa Muhammad memang benar dari sisiMu, hujani saja kami dari langit dengan batu!” Berbeda dari Sang Nabi, kalimat doanya begitu bulat, utuh, dan pejal. Tak menyisakan sedikitpun ruang untuk bertanya. Dan dia lebih rela binasa daripada mengakui bahwa kebenaran ada di pihak lawan.

Itukah keyakinan yang sempurna? Bukan. Itu justru kenaïfan. Naif sekali.

Mari bedakan kedua hal ini. Yakin dan naïf. Bahwa dua manusia yang dijamin sebagai teladan terbaik oleh Al Quran memiliki keyakinan yang menghunjam dalam hati, dan keyakinan itu justru sangat manusiawi. Sementara kenaifan telah diajarkan Iblis; untuk menilai sesuatu dari asal penciptaan lalu penilaian itu menghalangi ketaatan pada PenciptaNya. Atau seperti Abu Jahl; rela binasa daripada mengakui kebenaran tak di pihaknya. Atau seperti Khawarij yang diperangi ‘Ali; selalu bicara dengan ayat-ayat suci, tapi lisan dan tangan menyakiti dan menganiaya muslim lain tanpa henti. Khawarij yang selalu berteriak, “Hukum itu hanya milik Allah!”, sekedar untuk menghalangi kaum muslimin berdamai lagi dan mengupayakan kemashlahatan yang lebih besar. Mencita-citakan tegaknya Din, memisahkan diri di Harura dari kumpulan besar muslimin, dan merasa bahwa segala masalah akan selesai dengan kalimat-kalimat. Itu naïf.

Dan beginilah kehidupan para peyakin sejati; tak hanya satu saat dalam kehidupannya, Ibrahim sebagai ayah dan suami, Rasul dan Nabi, harus mengalami pertarungan batin yang sengit. Saat ia diminta meninggalkan isteri dan anaknya berulang kali dia ditanya Hajar mengapa. Dan dia hanya terdiam, menghela nafas panjang, sembari memejamkan mata. Juga ketika dia harus menyembelih Isma’il. Siapa yang bisa meredam kemanusiaannya, kebapakannya, juga rasa sayang dan cintanya pada sesibir tulang yang dinanti dengan berpuluh tahun menghitung hari.

Dan dia memejamkan mata. Lagi-lagi memejamkan mata.

Yang dialami para peyakin sejati agaknya adalah sebuah keterhijaban akan masa depan. Mereka tak tahu apa sesudah itu. Yang mereka tahu saat ini bahwa ada perintah Ilahi untuk begini. Dan iman mereka selalu mengiang-ngiangkan satu kaidah suci, “Jika ini perintah Ilahi, Dia takkan pernah menyia-nyiakan iman dan amal kami.” Lalu mereka bertindak. Mereka padukan tekad untuk taat dengan rasa hati yang kadang masih berat. Mereka satukan keberanian melangkah dengan gelora jiwa yang bertanya-tanya.

Perpaduan itu membuat mereka memejamkan mata. Ya, memejamkan mata.

Begitulah para peyakin sejati. Bagi mereka, hikmah hakiki tak selalu muncul di awal pagi. Mereka harus bersikap di tengah keterhijaban akan masa depan. Cahaya itu belum datang, atau justru terlalu menyilaukan. Tapi mereka harus mengerjakan perintahNya. Seperti Nuh harus membuat kapal, seperti Ibrahim harus menyembelih Isma’il, seperti Musa harus menghadapi Fir’aun dengan lisan gagap dan dosa membunuh, seperti Muhammad dan para sahabatnya harus mengayunkan pedang-pedang mereka pada kerabat yang terikat darah namun terpisah oleh ‘aqidah.

Para pengemban da’wah, jika ada perintahNya yang berat bagi kita, mari pejamkan mata untuk menyempurnakan keterhijaban kita. Lalu kerjakan. Mengerja sambil memejam mata adalah tanda bahwa kita menyerah pasrah pada tanganNya yang telah menulis takdir kita. Tangan yang menuliskan perintah sekaligus mengatur segalanya jadi indah. Tangan yang menuliskan musibah dan kesulitan sebagai sisipan bagi nikmat dan kemudahan. Tangan yang mencipta kita, dan padaNya jua kita akan pulang..

sumber: pkspiyungan

Cara Jitu Menafsirkan Mimpi

March 15, 2014

Diriwayatkan dari Anas bin Malik
RA, Rasulullah pernah bersabda,
“Mimpi yang baik dari orang
saleh adalah bagian dari 46
unsur kenabian.” (HR Ibnu Majah).

power-of-the-dream

Mimpi, dalam Islam tak sakadar bunga tidur. Bagi orang-orang tertentu yang memiliki derajat keimanan yang tinggi, mimpi bisa memiliki makna yang beragam dan mendalam. Tradisi penafsiran mimpi sendiri, sudah berlaku sejak peradaban manusia berada. Nabi Yusuf, misalnya, dikenal ahli dan mampu menakwil mimpi.

Dalam tradisi intelektual ulama klasik,aktivitas menafsirkan mimpi juga banyak mendapat perhatian. Banyak tokoh yang dikenal mahir mengartikan mimpi dan menghasilkan karya monumental, salah satunya adalah Ibnu Sirin, seorang tokoh yang bernama lengkap Abu Bakar Muhammad bin Sirin al-Anshari. Dalam kitabnya berjudul  Ta’bir Ar-Ru’ya, ia memaparkan hal ihwal yang berkenaan dengan mimpi.

Selain kitab itu, sebenarnya ada satu lagi kitab yang disandarkan kepemilikannya terhadap Ibnu Sirin, yaitu Al-Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam. Kitab yang pertama, oleh mayoritas ulama, valid diakui buah karyanya. Ibnu Khaldun, misalnya,menegaskan hal itu dalam Muqaddimah. Sosiolog Muslim tersebut menyebut Ta’bir murni karya Ibnu Sirin. Lain halnya dengan kitab yang kedua, Al-Muntakhab, Az Zarkali meragukan kebenaran penyandaran kitab tersebut atas Ibnu Sirin.

Ta’bir Ar Ru’ya terdiri atas25 bab utama. Ibnu Sirin mengawali kitabnya tersebut dengan meletakkan prinsip dan kaidah dalam penafsiran dan pembacaan mimpi. Menurut dia, penafsiran mimpi bukan aktivitas sembarangan. Mimpi, dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis antara lain nukilan Ibnu Majah adalah sebagian kecil dari 46 instrumen kenabian. Karena itu, para penakwil mimpi setidaknya harus menguasai Alquran dan hafal hadis-hadis Nabi, paham tentang karakter dan pola hidup manusia, dan mengetahui kaidah-kaidah penakwilan. Bekal seperti ini, dalam pandangan tokoh kelahiran Basra tersebut, penting dimiliki oleh penakwil mimpi. Mimpi muncul dengan latar belakang yang berbeda, baik waktu maupun tempatnya.Pembacaan terhadap mimpi pun kadang harus merujuk pada Alquran ataupun hadis Nabi.

Dicontohkannya, seperti tafsir telur dalam sebuah mimpi bisa dimaknai dengan kejadian ataupun peristiwa dalam kehidupan nyata orang yang bersangkutan dan berkaitan dengan perempuan. Penafsiran itu merujuk pada ayat ke-49 dari surah ash-Shaaffaat yang mengibaratkan kesucian bidadari-bidadari dengan telur burung unta yang tersimpan dengan baik. Adakalanya pula, sebuah mimpi ditafsirkan dengan lawan dari sebuah fakta. Misalnya, kondisi tertawa dalam mimpi, takwilnya bisa berarti akan menangis di kehidupan nyata. Begitu juga sebaliknya. “Bila menangis di mimpi, itu maknanya kita akan tertawa riang,” tulisnya.

Oleh Nashih Nashrullah – sumber: republika.co.id

Umar bin Khaththab : Kirimkan salamku kepada Utbah, katakan kepadanya, takutlah kepada Allah

March 13, 2014

umar-bin-khattab-_130626105615-607

Pernah suatu ketika,  Gubernur Azerbaijan Utbah bin Farqad mengirimkan hadiah manisan untuk Amirul Mukminin Umar bin Khaththab. Manisan ini dibawa oleh utusan Gubernur. Setelah dicicipi, Umar menyatakan rasanya enak.

Lalu, ia bertanya,’’Apakah semua rakyatmu di sana menikmati makanan yang sama seperti ini?'' Utusan itu menjawab, “Tidak. Itu adalah makanan orang-orang tertentu.” Mendengar hal tersebut, Umar pun langsung menutup kembali wadah makanan itu.

Umar memerintahkan utusan tersebut untuk kembali ke Azerbaijan dan menegaskan, ’’Kirimkan salamku kepada Utbah, katakan kepadanya, takutlah kepada Allah, kenyangkanlah rakyatmu dengan makanan yang membuatmu kenyang.”

Demikianlah cuplikan ketegasan dan kepekaan Umar saat mengemban amanat sebagai pemimpin kaum Muslimin. Betapa responsif dirinya melihat sesuatu yang tidak pantas di matanya. Padahal bagi kebanyakan orang, hal itu sangat biasa atau lumrah adanya.

Rasa empati menantu Rasulullah itu luar biasa. Sesungguhnya Umar telah menyisakan warisan keteladanan yang sangat berharga bagi siapapun yang didaulat sebagai pemimpin.

Sebagai pimpinan tertinggi, ia bersama para gubernurnya berhasil memelopori kesalihan struktural dan fungsional dalam masyarakat. Tidak ada yang memungkiri, masa lalu Umar sebelum memperoleh hidayah sangat kelam.

Namun setelah memeluk Islam, ia berubah total. Mulai saat itu, Umar selalu mendukung perjuangan Rasulullah Semua itu demi menebus kejahiliyahan pada masa lalu. Begitu pula setelah menjadi Amirul Mukminin, semakin besar pula takwanya kepada Sang Pencipta.

Umar menetapkan aturan ketat bagi para gubernurnya. Mereka harus hidup sederhana, jauh dari kemewahan. Iman dan akhlak harus jadi penopang kepemimpinan. Bukan sekadar sensasi atau basa-basi namun dalam bentuk aksi nyata.

Apa yang dicontohkan Umar ribuan tahun lalu itu, hari ini seperti perkara tabu di kalangan pemangku jabatan di negeri kita. Para pejabat dan pemimpin kita seolah hidup untuk diri, keluarganya, atau golongannya saja.

Mereka tidak peduli, rakyat bawah sudah makan enak atau tidak. Sudah tidur nyenyak atau tidak. Betapa pekanya hati Khalifah Umar itu sehingga ia menahan diri meski pada makanan yang halal. Apalagi untuk sesuatu yang haram.

Banyak pejabat hari ini tidak kenal dengan perkara halal, haram, apalagi syubhat. Semua fasilitas dan kemewahan hidup mereka anggap sebagai anugerah yang harus dinikmati. Namun yakinilah, kisah keteladanan Umar  di atas bukan mustahil nyata kembali.

Keteladanan itu memang harus dipelopori terutama oleh para atasan. Inilah cara yang paling efektif untuk mengubah keadaan rakyat menjadi lebih baik.

Manusia tergantung kebiasaan pemimpinnya. Tidak bisa dengan pencitraan, sensasi, apalagi berpura-pura. Keteladaan itu harus ikhlas, apa adanya, dan lahir dari hati terdalam.

sumber : republika.co.id

Islam Agama Terbesar Kedua, Di Rusia

March 8, 2014

BENDERA ISLAM

Islam adalah agama kedua yang paling banyak dianut di Rusia setelah Kristen Ortodoks. Jumlahnya sekitar 21-28 juta penduduk atau 15-20 persen dari sekitar 142 juta penduduk. Islam dianggap sebagai salah satu agama tradisional yang merupakan warisan sejarah Rusia.

Menurut sebuah jajak pendapat oleh Pusat Riset Opini Publik Rusia, enam persen responden menganggap diri mereka Muslim. Ada lebih dari 5.000 organisasi Muslim yang terdaftar. Kelompok ini terdiri dari Sunni, Syiah dan sufi.

Muslim di Rusia kini memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan masa komunis dulu.  Untuk pertama kalinya dalam sejarah Rusia, pemimpin Rusia (Vladimir Putin) memasukkan menteri Muslim dalam kabinetnya dan mengakui eksistensi Muslim Rusia.

Suku Dagestani diketahui sebagai kaum Muslim pertama di Rusia. Mereka memeluk Islam setelah penaklukan oleh Arab pada abad ke-8. Negara bagian Muslim pertama di Rusia adalah Volga Bulgaria (922 M). Orang Tatar mewarisi agama dari negara ini. Kemudian sebagaian besar orang Eropa dan Turki Kaukasia mengikuti memeluk Islam.

Penaklukan Rusia atas Kaukasus Utara pada abad ke-18 dan 19 membawa Muslim dari kawasan Dagestan, Chechen, Circassia, Ingush dan sekitarnya ke dalam negara Rusia. Sebagian besar kaum Muslim di negara federasi ini menganut Islam Sunni.

Di beberapa kawasan, terutama di Dagestan dan Chechnya, ada tradisi sufisme yang diwakili oleh tarekat Naqsyabandi dan Shazili dipimpin oleh Syekh Said Afandi al-Chirkawi ad-Daghestani.

Alquran pertama yang dicetak  diterbitkan di Kazan pada 1801 M. Pada era 1990-an, jumlah percetakan risalah Islam meningkat. Surat kabar dan majalah Islam dalam bahasa Rusia diterbitkan.

Penduduk Muslim biasanya bermukim di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, yakni masyarakat Avar, Adyghe, Balkar, Nogai, Chechnya, Circassian, Ingush, Kabardin, Karachay dan Dagestan. Di Volga Basin tengah juga terdapat penduduk Tatar dan Bashkir. Banyak Muslim juga yang tinggal di Perm Krai dan Ulyanovsk, Samara, Nizhny Novgorod, Moscow, Tyumen, dan Leningrad Oblast (kebanyakannya kaum Tatar).

Secara resmi jumlah masjid di Rusia mencapai 4.750 masjid. Namun jumlah sebenarnya jauh lebih besar dan terus bertambah. Di Dagestan saja terdapat antara 1.600 - 3.000 masjid. Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah masjid di Tatarstan telah melebihi 1.000.

Di ibu kota Rusia dengan jumlah pemeluk Islam yang melebihi satu juta orang, terdapat 20 komunitas Muslim dan lima masjid. Menurut pakar data Rusia, sedikitnya terdapat 7.000 masjid di Rusia.

Masjid Marcani adalah masjid tertua yang dibangun di Kazan. Masjid ini dibangun pada 1766-1770 M saat Catherine Agung berkuasa dengan donasi dari masyarakat. Masjid Marcani menjadi satu-satunya masjid yang lolos dari penutupan ketika periode Uni Soviet. Arsiteknya, Vasily Kaftyrev menggabungkan gaya barok dan gaya arsitektur abad pertengahan. Masjid dua tingkat ini berlokasi di tepi Danau Qaban.

Sumber : republika.co.id

TUNGKUL KA JUKUT TANGGAH KA SADAPAN

March 4, 2014

TUNGKUL hartina sirah dielukeun sarta beungeut diarahkeun ka handap. Naon anu di tingali téh? Nyaéta jukut. Jukut sok dipapandékeun sabagé jelema leutik, atawa rahayat. Tanggah ngarupakeun lawan tina tungkul, nyaéta nyanghareupkeun beungeut ka luhur.

Ningali ka luhur. Naon anu kudu ditingali di luhur téh? Taya lian nyaéta sadapan. Sadapan nyaéta tempat ngala lahang kawung atawa kalapa nu ditandéan ku lodong. Lahang lamun ditaheur, dipanaskeun terus di guis ku pangarih bakal ngahasilkeun gula. Gula rasana amis. Jadi lantaran kitu sadapan sok dipapandékeun kana rejeki, kauntungan atawa jabatan pikeun ngudag kasenangan hirup. muslimah-tunduk

Pikeun pamingpin disagigireun ti ngudag kasenangan, nyaéta ku ningali sadapan téa, ogé kudu ningali ka handap. Ningali ka jukut, bisi aya hama anu matak ngaruksak jukut. Sabangsaning bereng, wereng, hileud atawa simeut. Teu saeutik rahayat nu sok di hihileudan, disingsieunan, diperes ku ulon-ulon nu jadi pamingpin.

Nu matak rahayatna kudu diroris, diaping sareng dijaring, ulah antepan boh bisi aya kabutuhna. Sareng ulah mercayakeun teuing badéga. Lantaran kiwari mah loba nu carmuk, cari muka. Atawa ABS, asal bapa senang. Anu dilaporkeun ngan ukur anu pikasenangeun wungkul. Ari anu pikakuciwaeun mah tara ieuh dilaporkeun. Malah rahayat sok dijarieun sawah, tah ku badega téh. Dipaké céngcéléngan pikeun nyumponan kabutuh pribadina.

Hiji pamingpin kudu inget yén rahayat téh anu ngadeudeul kana ayana pamingpin. Moal aya pamingpin mun teu aya rahayat. Jadi lebah dieu mah, pamingpin téh kudu bisa merenahkeun dirina. Kudu saimbang antara ngudag sadapan jeung nyébor jukut ku cai atawa di gemuk.

Conto pamingpin anu boga laku lampah hadé kitu di urang baheula, nyaéta KH Agus Salim. KH Agus Salim, mangrupakeun ulama moyan, pinter. Bisa biantara, cumarita. Basa anu dikawasana salianti basa daérahna nyaéta basa Minang jeung basa Indonésia, ogé capétang dina sababaraha basa deungeun alias basa asing kalawan paséh. Basa Arab, Walanda, Prancis, Jerman, jeung basa Inggris. Tapi anjeuna henteu gumedé, hirupna basajan. Mun ceuk basa kiwari mah merakyat, meureun. Anjeuna ku Présidén Soekarno diangkat sabagé mentri luar nagri. Hiji kamantrian anu henteu cicing baé di jero nagara, tapi kudu ngacacacng ka luar nagri. Anggoanana teu béda
jeung pakéan rahayat biasa. Anjeuna henteu ngarasa risih, gimir, leutik burih
dina babarengan jeung diplomat urang asing waktu sawala. Anjeuna teu lingsem
nganggo anggoan tatambalan.

Pamadeganana mah yén kahormatan diri téh lain ku gulubur jeung hurung hérangna pakéan luar, tapi uteuk. Hal ieu saluyu sareng Khalifah Umar bin Khotob anu sering nganggo anggoan nu dijarumat. Aranjeuna ngalakukeun kitu téh lantaran jabatan ngarupakeun amanah, cenah. Amanah ti rahayat, anu kudu di
mumulé. Amanah kudu pertanggung jawabkeun lain waé ka rahayat, tapi ogé ka
Gusti Alloh. Janten KH. Agus Salim mah ngarupakeun hiji pamingpin nu sok tungkul ka jukut sarta tanggah ka sadapan.

Henteu katungkulkeun ku sadapan wungkul. Tapi sok inget ka rahayat anu waktu harita kakara lésot tina ranggeuman penjajah Walanda jeung Jepang. Waktu harita rahayat di urang loba anu mariskin.

Dina ngemban amanahna, anjeuna kantos
kacaturkeun, nalika anjeuna diutus ku Présidén Sukarno pikeun ngaluuhan hiji gempungan anu diayakeun di Solo. Anjeuna angkat ka Solo nganggo SS (KA). Nu mangku hajat di Solo, ngutus utusan pikeun mapag anjeuna ka Stasion. Nu marapagkeun kabéh naringalina kana daréksi (gerbong KA) kélas hiji, kelas éksékutif
meureun mun ayeuna mah, nyaéta daréksi anu matak pikagenaheun.

Sanggeusna daréksi kelas hiji kosong, nu ngajemput pating olohok. Margi KH Agus Salim teu katingal kaluar. Nuju caralangak ceuleungeuk milarian anjeuna, tah nu mapag téh, na atuh jebul téh KH Agus Salim norojol kaluar tina daréksi kelas tilu. Angkat ngagandeuang, teu ngarasa haringhang jeung honcéwang, ngajingjing tas kulit
kumal. Ku pamapag diburu, bari pok nyarita, :”Naha juragan bet calik di daréksi kelas tilu?” Bet walerna téh matak pikahélokan, “Kuring maké daréksi kelas tilu, lantaran euweuh kelas opat,” cenah.

KUMAHA ari pamingpin urang kiwari? Langka, mun teu disebut moal aya téh. Mani jauh tanah ka langit, upama ku urang dibandingkeun jeung akhlakna KH. Agus Salim. Éta kamari urang ngadéngé mantri-mantri anyar dibagi mobil méwah. Mobil anu hargana 1,3 milyar rupiah. Tapi koméntarana matak pikasebeleun. Aya nu nyebutkeun, teu kaasup méwah atuh mobil kieu mah! Ah wajar-wajar wé sakieu mah!

Aya oge nu nyebutkeun murah lantaran gampang miarana, béngkél geus pabalatak. Jeung aya anu nyebutkeun leuwih heurin tibatan mobil nu kamari, cenah. Teu euleum-euleum nyararitana téh. Teu ngaragap haté rahayat pisan. Padahal lamun duit anu dipaké meuli mobil éta, dibandingkeun jeung upah buruh atawa pangsiunan ganjorna gé, leuwih ti lungkawing. Lain matak pateuh deui mun suku tijalakeuh téh, tapi matak pejah jeung burakrakan awak. Jajauheun atuh kana mikirkeun nasib rahayat
anu katalangsara mah.

Sakola raroboh … lantaran kelas wangunan teu nyukupan akibat kurang waragad, nepikeun ka barudak dialajarna téh dihandapeun ténda jeung panyawéran, aladiprek teu maké bangku, atuh dina ngolomentaran ulah pikanyerieun.

Teungteuingeun. Para pamingpin di urang mah, bet kawas nyai ronggéng, ari tungkul bari imut, ari tanggah lelenggakan. Tungkul ngan ukur ngitut, supaya kataji, boga perhatian, padahal aya nu dianjing cai. Aya anu dihéroan. Nepikeun ka jalma bodo parogot. Kairut ku imutna.

Nepika werat méré panyombo kanu donto, nyumbang ka si lénjang. Atuh dina tanggahna, ngadon lelenggakan, nyeungseurikeun talajakna jukut anu teu baha, teu walakaya. Bungah, ningali rahayat nu satia tur satuhu, sanajan bari kurat karét. Wallohu a’lam.*

sumber: majalah binadakwah

Ingin Pahami Jilbab, Pakailah: Seruan Muslimah AS

January 26, 2014

imagesjilbab

Muslimah Amerika tak berhenti meluruskan kesalahpahaman tentang jilbab. Itu sebabnya, mereka tak henti berkampanye, salah satunya melalui The Hijab Project.

"Ini adalah sebuah eksperimen dimana Muslimah dan non-Muslim terlibat," kata Amara Majee, pendiri proyek seperti dilansir dalam The Hijab Project, Ahad (26/1).

Amara mengatakan fokus dari kampanye ini mencakup beberapa tiitik yakni sekolah, mal dan ruang publik. Di titik-titik itu, kalangan non-Muslim bersama Muslimah mengenakan hijab. Disana, mereka akan mengamati reaksi masyarakat.

"Apa yang Anda rasakan saat itu, akan mempengaruhi orang banyak. Maka, dasarnya, kami ingin berbagi pengalaman, kisah Anda ketika berjilbab," kata Majeed.

Amara yang merupakan keturunan keluarga imigran memahami pentingnya jembatan kesepahaman antara Islam dan warga AS. Jembatan ini yang kemudian ia implementasikan melalu The Hijab Project.

"Perlu lebih banyak informasi agar kesalahpahaman itu bisa diluruskan," kata dia.

Amara mengungkap seringkali masyarakat Barat berpikir jilbab itu merupakan bentuk pemaksaan. Padahal itu didasarkan pada niat.

Sejak diluncurkan Desember tahun lalu, proyek ini mendapat respon luar biasa. Ratusan non-Muslim dari seluruh dunia ambil bagian.

Salah seorang peserta dari kalangan non- Muslim mengaku awalnya merasa aneh dengan jilbab. Namun ketika memahami apa arti jilbab dan reaksi masyarakat Barat terhadap jilbab, ia merasa perlakuaan yang dialami Muslimah tidaklah adil.

"Saya awalnya mengutuk, tapi pengalamanan ini memberikan kesadaran sosial," kata dia yang pengalamannya dimuat pada laman The Hijab Project.

Jadwal Delapan Besar Inter Island Cup 2014

January 17, 2014

persis, persatuan islam

1. Refresing dulu. lantaran admin bobotoh eh persib, jadi  we nu kieu ge di jadi keun postingan he.

2. Sok mangga nu sami2 bobotoh di catat tah jadwal na.

****

 

Turnamen Inter Island Cup (IIC) 2014 telah menyelesaikan fase penyisihan grup, Kamis (16/1) malam. Kelima grup telah menyelesaikan seluruh pertandingannya sehingga babak delapan besar akan segera dimulai pada 18-22 Januari.

Berikut ini jadwal babak delapan besar turnamen IIC 2014:


GRUP A
Lokasi: Stadion Kanjuruhan, Malang

1. Sriwijaya FC (Juara Zona Sumatera)
2. Arema Cronus (Juara Zona Grup Jawa 2)
3. Barito Putera (Juara Zona Grup Kalimantan)
4. Perseru Serui (Runner-up Zona Grup Sulawesi-Papua)

Sabtu, 18 Januari 2014:
Sriwijaya FC Vs Barito Putera, 15.30 WIB
Arema Cronus Vs Perseru Serui, 19.30 WIB

Minggu, 19 Januari 2014:
Barito Putera vs Arema Cronus, 15.30 WIB
Perseru Serui vs Sriwijaya FC, 19.30 WIB

Selasa, 21 Januari 2014:
Barito Putera vs Perseru Serui, 15.30 WIB
Sriwijaya FC vs Arema Cronus, 19.00 WIB

 

GRUP B
Lokasi: Stadion Manahan, Solo

1. Persib Bandung (Juara Zona Grup Jawa 1)
2. Persik Kediri (Juara Zona Grup Jawa 3)
3. Persiram Raja Ampat (Juara Zona Grup Sulawesi-Papua)
4. Mitra Kukar (Runner-up Zona grup Kalimantan)

Minggu,19 Januari 2014
Persib Bandung vs Persiram Raja Ampat, 15.30 WIB
Persik Kediri vs Mitra Kukar, 19.00 WIB

Senin, 20 Januari 2014
Persiram Raja Ampat vs Persik Kediri, 15.30WIB
Mitra Kukar vas Persib Bandung, 19.00 WIB

Rabu, 22 Januari 2014
Persiram Raja Ampat vs Mitra Kukar, 15.30 WIB
Persib Bandung vs Persik Kediri, 19.00 WIB


*Final Inter IIC 2014 akan mempertemukan juara Grup A melawan juara Grup B

Bisnis Percetakan Yang Di kelola Pesantren Gontor Beromset 1 Miliar

December 30, 2013

gontor-putri-mantingan-_131230140156-384

Selain dikenal pencetak kader-kader andal, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur, ternyata juga sukses mengelola wakaf. Bahkan, wakaf produktif tersebut beromzetkan miliaran rupiah.

Sekretaris Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Dr Amal Fathullah Zarkasyi, menjelaskan aset wakaf yang ada semaksimal mungkin digunakan untuk unit usaha pondok. Selain dimanfaatkan untuk membangun pesantren, tanah wakaf juga digunakan untuk unit usaha ekonomi.

Aset wakaf Gontor pada mulanya hanya lima hektarr tanah. Kini sudah berkembang menjadi 750 hektar. Tanah tersebut digunakan untuk pesantren yang tersebar di lebih dari 20 titik di seluruh Indonesia.

Ada yang dibangun koperasi pesantren, penggilingan padi, sawah, percetakan, dan lainnya. Percetakan adalah yang paling menghasilkan. "Setiap tahunnya tidak kurang dari Rp 1 miliar," papar putra pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, almarhum KH Imam Zarkasyi ini kepada Republika Senin (30/12).

Pengambangan wakaf dilakukan dengan amal usaha dan pendidikan. Amal usaha dilakukan oleh manusia-manusia wakaf yang mengabdikan seumur hidupnya untuk pondok. Mereka bekerja mati-matian dan ikhlas untuk pondok. Berkat kerja keras merekalah, jelas Amal, wakaf Gontor berkembang pesat seperti sekarang ini.

Hasil dari pengelolaan wakaf digunakan untuk kepentingan pendidikan di Gontor. Ada yang dipakai untuk memenuhi sarana dan prasarana pondok. Santri, guru, dan semua komponen pondok merasakan manfaat dari wakaf ini.

Amal menyatakan unit usaha ekonomi yang ada dipondok adalah bentuk wakaf produktif yang akuntabilitasnya terjaga. Setiap saat harus melaporkan keuangannya. Uang masuk dan keluar harus tercatat.”Ini punya umat, bukan punya kiai," imbuh dia  .

sumber : republika

Disney Izinkan Karyawatinya Berjilbab

September 29, 2010

Disneyland akhirnya mengizinkan karyawatinya me ngenakan jilbab di tempat kerja. Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Councilon American-Islamic Relations (CAIR) cabang Los Angeles, Senin (27/9) waktu setempat. Ini merupakan buah advokasi yang dilakukan lembaga tersebut.

“Kami senang Disney menemukan cara untuk memenuhi kewajiban agama pekerja Muslimnya,” kata Wakil Direktur Eksekutif CAIR cabang Los Angeles, Ameena Qazi seperti dikutip US Newswire. Ini sebuah pesan bagi para pekerja yang beragama minoritas bahwa mereka disambut baik untuk bergabung dengan tim Disney.

Selama bertahun-tahun CAIR yang berkantor Los Angeles ataupun di kantor pusat menerima keluhan dari perempuan Muslim, yang belum diizinkan oleh Disney untuk menda patkan pekerjaan di bagian depan. Jilbab menjadi alasan manajemen Disney menjalankan kebijakan itu.

Pekan lalu, Direktur Eksekutif CAIR di Los Angeles, Hussam Ay loush, melayangkan surat ke se jumlah eksekutif di Disney. Isinya masukan agar mereka mengubah kebijak annya agar mengakomodasi ke ber agaman di perusahaan mereka. Termasuk menerima perempuan Muslim yang berjilbab bekerja di sana.

Ayloush meminta agar Muslimah berjilbab yang sudah diterima be kerja tetap dipertahankan bekerja dan diperbolehkan tetap berjilbab.

Hal sama, kata dia, mestinya juga di berlakukan kepada karyawan lain nya yang karena ajaran agamanya mengenakan pakaian tertentu. “Kami mendesak Disney memberi ruang,” ujarnya.

Ini terkait keluhan yang sebelumnya disampaikan Noor Abdallah, yang bekerja di Disneyland Resort Esplanade. Ia tak diperkenankan memakai jilbabnya. Namun, ia bersi keras berjilbab. CAIR melakukan me diasi dengan pihak Disney dan akhirnya sepakat Noor Abdallah bi sa tetap bekerja dengan berjilbab.

Menurut juru bicara Disneyland, Suzi Brown, Disney dan Noor bersama-sama mendesain jilbab yang sesuai dengan kostum yang dikenakan saat bekerja. Di sisi lain, sesuai dengan aturan agama Islam. Noor, ujar dia, telah mengenakan jilbab yang dirancang bersama sejak awal bulan ini.

“Walt Disney Parks and Resorts telah mengakomodasi kewajiban agama para pekerjanya,” katanya.

Sebelumnya, seorang Muslimah ber jilbab mendesak Disney tetap mengizinkannya bekerja. Muslimah tersebut bekerja sebagai pelayan di Disney’s Grand Californian Hotel. Kasusnya masih terus berjalan.

DDII Atasi Tantangan Dawah

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Syuhada Bahri, mengatakan tantangan dakwah semakin besar. Namun, DDII tetap akan melanjutkan kegiatan intinya dalam bidang dak wah. Serangkaian cara dila ku kan DDII untuk merespons dan mengatasi tantangan itu.

Menurut Syuhada, salah satunya dilakukan melalui pengaderan para dai. Mereka tak hanya mendapatkan bekal ilmu agama, tapi juga kemampuan lainnya. Seiring kemajuan zaman, mereka juga memperoleh pengajaran bagaimana menggunakan teknologi informasi.

“Kami ingin perkemba ngan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk ber dakwah,” kata Syuhada di Ja karta, Selasa (28/9).

Ia menambahkan, DDII bercita-cita bisa menggunakan ke majuan teknologi lainnya sebagai sarana dakwah. Game, misalnya, bisa saja di manfaatkan untuk me nyampaikan dakwah.

Sekarang ini, ungkap Syuhada, banyak masyarakat yang gemar bermain game dan tak jarang membuat mereka melupakan segalanya. Ia yakin dengan ke mampuan para dai mencipta kan game yang menarik dan sarat nilai agama maka akan sangat membantu menyampaikan dakwah kepa da masyarakat. “Hal sema cam itu dibutuhkan.” Syuhada menuturkan, me lalui kemajuan teknologi ba nyak orang yang mendo rong hal-hal negatif. Mereka juga melakukannya secara ter organisasi sehingga po tensi keberhasilannya sa ngat besar. Maka itu, dak wah pun mestinya berjalan dengan manajemen yang baik dan peralatan canggih.

Dakwah yang dikembang kan DDII, jelas dia, ber tujuan menanamkan ke imanan dalam diri umat.

Dalam dakwahnya, para dai DDII ditekankan untuk terus memegang cara dak wah yang diajarkan Nabi Mu hammad dan para sahabat nya. Ia mencontohkan, salah satu sikap atau etika Rasulullah dalam berdakwah.

Menurut dia, meskipun Abu Jahal orang yang paling memusuhi Islam, Rasulullah tak pernah menyebutnya sebagai laknatullah.

Itu berlangsung selama Abu Jahal masih hidup.

Bahkan, kata Syuhada, Rasulullah mendoakan agar Abu Jahal mendapatkan hi d ayah meskipun akhirnya tak memperolehnya.