warning ! baca dulu yang ini sangat penting
jangan di tautkan , link, follow atau di tagged ke facebook, twitter, blogger dan lain-lain, blog yang menuduh bahwa persis, persatuan islam aliran sesat di jawa barat tersebut. karena berdampak blog tersebut akan mendapatkan rank atau posisi bagus di halaman pencarian google.
***
Persis, Persatuan Islam Musuh Tukang Bid’ah Dan Aliran Sesat
Kaget juga saat menemukan tulisan di sebuah blog ahli bidah yang menuduh bahwa persis, persatuan islam merupakan ahli bidh’ah dan aliran sesat.di jawa barat. dengan alasan-alasan yang lebih rendah dari kata “ tak logis”, mungkin lebih tepatnya saya nilai sebagai alasan pembohong seperti alasan seorang pencuri yang menuduh orang lain yang mencuri. kenapa demikian ?
Coba simak saja alasan-alasan yang asal mangap tersebut.
- mendirikan Masjid dengan stempel Persis padahal nabi tidak pernah menulisi masjid dengan cap Persis (padahal yang namanya masjid adalah milik umat Islam yang mana saja tanpa memandang kelompok)
- Persis gemar membid’ahkan kelompok lain padahal Nabi dan para sahabatnya berlaku lembut dengan sesama muslim
- Persis memakai mushaf Quran dalam belajar Quran padahal Nabi mengajar para sahabatnya dulu tidak pakai quran
( * silahkan antum tertawa tapi jangan keras-keras.. huahahahaha ).
lebih jero lagi kita akan melihat kerancuan pola pikir penulis blog tersebut, dengan mengunakan kaidah usul fiqih "Dalam masalah muamalah (ibadah ghairu mahdloh) semuanya boleh kecuali yang dilarang. Dalam masalah Ibadah Pokok (mahdloh) maka semuanya tidak boleh kecuali yang dicontohkan “ .
Rancunya dimana ? di kalimat ini .. “ . demikian pula membaca usholi sebelum takbir karena takbir merupakan awal dari sholat bukan bid’ah “ dengan kata lain usholi itu termasuk muamalah kata blog ahli bidah tersebut…hehehe. bisa di maknai juga sebelum takbir memasuki sholat menganti usholi dengan junkir balik juga bukan bid’ah walaupun di lakukan terus menerus setiap kali mau melaksanakan sholat. bukan begitu ?. Atau kita tangtang blog ahli bidah tersebut untuk tidak membaca usholi saat memasuki sholat selama 6 bulan. berani ngga yah ?
Persatuan Islam ; Antara Bid’ah dan Maslahah Mursalah
Menurut saya inilah bodohnya blog ahli bid’ah tersebut dalam membedakan antara perbuatan bid’ah dan maslahah mursalah. atau mungkin dia belum pernah mengaji hanya katanya dan menurut pendapat nenek moyongnya.
Marilah kita bahas sekilas apa itu bid’ah dan maslahah mursalah
Ulama ushul membagi dua bagian dari perbuatan-perbuatan yang tidak terjadi di zaman Rosulullah Saw; maslahah mursalah dan bid’ah. Maslahah Mursalah ialah kemaslahatan yang tidak disyari’atkan dalam bentuk hukum, karena tidak terdapat dalil yang membenarkan atau menyalahkan, tetapi perbuatan itu sangat diperlukan dalam rangka menciptakan kemaslahatan. Contohnya yang nampak pada kita yaitu membukukan Al-Qur’an.
Sedangkan yang disebut bid’ah sebagaimana yang dikemukakan oleh Imam as-Syatibiy, “Ungkapan dari suatu cara dalam agama yang diada-adakan, yang menyerupai syariat. Dikerjakan amal itu dengan maksud ingin mencapai maksimalitas (mencari nilai lebih) dalam beribadah kepada Allah Swt”. Atau “Bid’ah itu adalah suatu urusan yang baru dalam agama; berupa ‘aqidah, ibadah, atau cara ibadah yang tidak terjadi pada masa Rosulullah Saw. Lebih jelasnya yang disebut bid’ah itu, membuat cara ibadah yang baru dan menentukan waktunya.
Misalnya, pertama, talafudz bin niyyat (melafadzkan niat) sebelum melakukan shalat. Perbuatan itu baru, artinya tidak terjadi pada zaman Rosulullah Saw, para sahabatnya juga tidak oleh para imam. Perbuatan tersebut menyerupai syariah, tidak dilafadzkan selain dengan bahasa arab. Yang melafadzkan niat tersebut berkeyakinan hal itu termasuk ibadah dan mengharapkan pahala. dan banyak contoh lainya, yang tidak perlu saya sebut di sini.
Jadi jelaskan blog ahli bid’ah tersebut sebenarnya sok pintar pada hal otaknya nol derajat hanya taqlid buta pada guru gurunya saja yang telah menyimpang.
Untuk menutup catatan ini saya kutip perkataan imam Malik bin Anas menurut beliau “ Siapa yang berbuat bid’ah dalam Islam, ia memandang perbuatan itu baik, sungguh ia telah menuduh bahwa Muhammad Saw telah mengkhianati risalah, karena Allah sudah berfirman, ‘Hari ini telah kusempurnakan agamamu...’, maka apa saja yang tidak menjadi agama pada hari itu, niscaya tidak menjadi agama pada hari ini,”
Sebab itu kita harus dapat membedakan antara urusan ta’abbudiy dengan urusan keduaniaan. wassalam.
sebagian sumber tulisan di sini : Beda Antara Bid’ah dan Maslahah Mursalah
tag: Persis, Persatuan Islam, Sunnah Nabi, Bid’ah
