Showing posts with label persatuan islam. Show all posts
Showing posts with label persatuan islam. Show all posts

Jangan Membuat Cara Cara Baru Di Luar Sunnah Nabi

May 8, 2017

Kajian 19 : Jangan Membuat Cara Cara Baru Di Luar Sunnah Nabi 
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام علي رسول الله وعلي اله وصحبه ومن تبع هداه. اما بعد
Ikhwatu Iman sekalian, Alhamdulillah, pada malam berkah ini kita mulai lagi kajian diminggu ini dan tidak terasa kita menginjak kajian ke-19 dari rangkaian ngaji kitab al-Hidayah. Satu bab penting tentang pokok-pokok Agama telah kita lalui, 11+7 dalil tlah kita hapal semoga tidak mudah lupa. Untuk itu butuh ketelatenan memuraja'ah nya.

Materi Kajian:

7.  عَنْ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ: جَاءَ ثَلاَثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا، فَقَالُوا: وَأَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ، قَالَ أَحَدُهُمْ: أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا، وَقَالَ آخَرُ: أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلاَ أُفْطِرُ، وَقَالَ آخَرُ: أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلاَ أَتَزَوَّجُ أَبَدًا، فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ، فَقَالَ: «أَنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا، أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي (رواه البخاري: 3/237)

KOREKSI SEJARAH KH.FIRDAUS AN

January 10, 2014

BENDERA ISLAM

KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924 dalam bukunya “ Syarikat Islam Bukan Budi Utomo : Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa “( seperti ditulis Rizky Ridyasmara dlm ppiindia ),  menilai bahwa Budi Utomo (BO)  tidaklah memiliki andil untuk perjuangan kemerdekaan, mereka itu adalah para pegawai negeri  ( ambtenaar ) yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. 

BO juga tidak turut mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemerdekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis sentris. Hanya orang Jawa dan Madura yang boleh menjadi anggotanya. BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan.

Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan dalam penyusunan Anggaran Dasar Organisasi-pun BO tidak menggunakan bahasa Indonesia, melainkan menggunakan bahasa Belanda. Dalam rapat-rapat, BO tidak pernah membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka hanya membahas bagaimana memperbaiki tarap hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda.
View the original article here

Sejarah Pesantren Persis Di Indonesia

by : info_persis

ppi5

Tweps, hari ini kita kultwit tentang sejarah Pesantren Persis, Persatuan Islam ya.. Bismillah...

1. Persis sejak awal konsen di dunia pendidikan sbg salahsatu jalan dlm berdakwah mnyebarkan faham Quran Sunnah d Indonesia #PesantrenPersis

2. Awal pendirian Persis, pendidikan dlakukan dg ceramah2, diskusi, yg dselenggarakan oleh pribadi pendirinya: HM. Zamzam

3. HM. Zamzam & A. Hassan biasanya mjd pmbicara dlm ceramah & diskusi yg digelar Persis mmbahas akidah & ibadah #PesantrenPersis

4. Lalu terbentuklah madrasah utk anak2 anggota Persis & pemuda yg sdh tamat sekolah menengah pemerintah diasuh A.Hassan #PesantrenPersis

5. Sekitar tahun 1927 madrasah itu memulai aktifitas belajar, diskusi dlsb. A.Hassan sbg pembimbing pun ikut berdinamika #PesantrenPersis

6. A.Hassan sndiri mrs trdorong utk mmprdalam kajian utk mnjawab masalah2 yg mncul dlm diskusi2 d mdrasah tsb #PesantrenPersis

7. Pendidikan Formal Persis dikenal dg PENDIS mrupakan cikal bakal #PesantrenPersis atas inisiatif M. Natsir pd thn 1930an.

8. Gagasan awal PENDIS adlh mmberikan pendidikan bg rakyat pribumi sbg bntuk perlawanan thd ketimpangan sosial & penjajahan #PesantrenPersis

9. Masyarakat yg mayoritas Muslim kala itu bodoh & terbelakang, tdk paham Islam dan tdk bs baca Quran #PesantrenPersis

10. Thn 1932 berkumpul kaum muslim yg peduli thd pendidikan menyepakati brdirinya PENDIS berupa kursus sore dbina M.Natsir #PesantrenPersis

11. PENDIS brtujuan utk mmbrikan plajaran2 ilmu modern yg dipadukan plajaran agama Islam brupa Frobel Scool (TK), HIS, MULO #PesantrenPersis

12. PENDIS yg diketuai M.Natsir jg ajarkan prdagangan, prtukangan, asrama, kursus2, ceramah2 & kwekschool (skolah guru) #PesantrenPersis

13. PENDIS smkin brkmbang. thn 1938 dg inisiatif alumninya PENDIS dibuka d 5 cabang di Jabar, Kalimantan & Bangka #PesantrenPersis

14. PENDIS kmudian pndah ke gedung yg lbh besar di Jl. Lengkong Besar 16 Bdg yg disokong dana oleh HM. Junus. #PesantrenPersis

15. Krn HM. Junus sbg penyokong dana meninggal, maka PENDIS tdk mamapu mmbayar sewa gedung smapai diusir pemiliknya #PesantrenPersis

16. M.Natsir memanfaatkan gd milik Persis d Jl. Lengkong Besar 74 Bdg sampai akhirnya PENDIS dtutup paksa Jepang thn 1942 #PesantrenPersis

17. Kita flashback ke Maret 1936, A.Hassan mndirikan lembaga pendidikan utk kajian agama bernama "Pesantren Persatuan Islam #PesantrenPersis

18. Tujuan utama #PesantrenPersis A. Hassan adlh mncetak kader2 muballigh Persis.

19. Yg mnarik, #PesantrenPersis ini didirikan oleh jamiyyah, bukan oleh A.Hassan scr pribadi, brbeda dg pesnatren lain d indonesia kala itu

20. Pesantren di tanah air kala itu semuanya didirikan atas inisiatif individu, kiayi skaligus yg mngasuhnya #PesantrenPersis

22. #PesantrenPersis A.Hassan tsb disebut "Pesantren Besar" dg staf pengajar M.Natsir & R. Abdul Kadir dll. Bermaksud mncetak kader ulama.

23. "Pesantren Kecil" untuk anak2 pd sore hari dikepalai Hasan Hamid & slhsatu gurunya KHE. Abdurrahman #PesantrenPersis

25. 15 santri lainnya bertahan di Bandung dibawah binaan KHE. Abdurrahman & digabung dg Pesantren Kecil sore hari #PesantrenPersis

26. Sekolah Pendis yg ditutup Jepang pun muridnya pindah ke Pesantren Kecil, hingga bertambah banyaklah santrinya #PesantrenPersis

24. Thn 1940, A.Hassan mmutuskan pindah ke Bangil, Pasuruan, Jatim & mndirikan #PesantrenPersis disana. 25 dr 40 santri ikut bersama beliau

27. Sejak saat itulah Pesantren Kecil lebih dikenal dengan sebutan PESANTREN PERSATUAN ISLAM tingkat ibtidaiyyah #PesantrenPersis

28. #PesantrenPersis kemudian mengadopsi kurikulum Pendis (yg ditutup Jepang) yakni pelajaran2 umum

21. #PesantrenPersis didirikan utk mncetak kader yg "Tafaqquh Fid Diin" faham agama diambil dr QS. At Taubah: 122

29. Tahun 1948 M. Isa Anshory terpilih sebagai Ketua Umum Persis dan KHE. Abdurrahman sbg Sekjen "Pusat Pimpinan" Persis #PesantrenPersis

30. Di thn itu pula dilakukan pembenahan thd #PesantrenPersis dan Persis mulai menampakan identitas dakwah pendidikan-nya.

31. Atas prakarsa M.I Sudibya tahun 1948 #PesantrenPersis Bandung dibuka di Jl. Kalipah Apo no. 5 (Skrg dijadikan Kantor PP Persistri)

32. Setelah melakukan penyempurnaan kurikulum, akhirnya thn 1950 #PesantrenPesis membuka jenjang pendidikan Tsanawiyyah

33. Thn 1955 Bidang Pendidikan Persis mulai melakuakn standarisasi & penyeragaman kurikulum #PesantrenPersis yg saat itu sdh 20 Jumlahnya.

34. Stlh standarisasi kurikulum #PesantrenPersis Bandung, mjd model bg seluruh Pesantren Persis di Indonesia

35. #PesantrenPersis thn 1956 ada 3 jenjang; Ibtidaiyyah kelas tahdiri a & b, kelas I, II, III & IV. Tkt Tsnawiyyah 4 thn, Mu'allimin 2 thn

36. Bg yg tdk ibtidaiyyah namun ingin ke tsanawiyyah #PesantrenPersis, thn 1954 dibuka kelas persiapan (tajhiziyah) selama 2 thn

37. Thn 1980 tdp 78 #PesantrenPersis di seluruh Indonesia. Yg terbesar adlh Bandung (Pajagalan) & Bangil.

38. Thn 80-90an bbrp #PesantrenPersis berkembang (muridnya lbh dr 100) mmbuka tkt Tsanawiyyah: PPI 19 Bentar, PPI 76 Tarogong, PPI 67 Benda

39. Thn 2008 #PesantrenPersis brkembang pesat hingga ke luar Jawa. dg 102 Diniyyah, 10 MI, 9 Tajhiziyyah, 92 Tsn, 40 Mln & 2 Aliyyah

40. Rincian #PesantrenPersis bisa dicek di http://t.co/TxkNdyIom0

41. Hingga thn 2010 Persis pun mengelola sekolah umum. Thn 2008: 4 SD, 5 SMP, 3 SMA d Jkt, Cianjur, Sukabumi, Ciamis, Tasik, Bdg dan Grt.

42. Perguruan Tinggi nanti kita bahas lbh rinci di kultwit berikutnya, smntara ini ada 3 Jenis: STAI, STKIP dan Mahad Aliy #PesantrenPersis

43. #PesantrenPersis akan terus bertamabah, terus berkembang, terus melahirkan pemimpin umat dan bangsa. Insya Allah.

44. Alhamdulillah Kultwit Selesai, semoga bermanfaat bagi kita semua. Jangan lupa: MUSLIM KEREN ITU SEKOLAH DI #PESANTRENPERSIS setujuuuuu??

Membahas Arti Bid'ah Ibadah Dan Aqidah

January 7, 2014

Dari waktu ke waktu perbuatan Bi'dah ini bukan semakin kurang, malah semakin lumrah terjadi. Padahal persoalan ibadah ini tidak lagi dapat ditoleransi oleh pendapat siapun, legalisasinya wajib mengacu pada Al-Qur'an dan Hadits Nabi saw. Kalau tidak, maka konsekwensinya bukan pahala tetapi siksa dari Allah swt. Mengingat alasan dalil mengenai bahaya dan harus mewaspadai ibadah jangan sampai terkontaminasi dengan perbuatan bid'ah, maka pembahasan bid'ah agama baik dalam ibadah maupun aqidah tak lekang oleh tempat dan juga waktu. 
Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan sungguh-sungguh ingat yang banyak dan bertasbihlah kepada Allah di waktu pagi dan petang”. (Al Ahzab ayat 41-42)
Perintah memperbanyak zikir dan bertasbih seperti tersebut di atas, bukanlah berarti memberi kebebasan kepada setiap orang untuk menambah rakaat shalat, azan dan shalat hari raya atau menyusun wirid yang kemudian ditetapkan untuk selalu dibaca dalam waktu-waktu tertentu. Ibadah-ibadah ini pokok persoalannya adalah masalah akhirat. Sedangkan masalah akhirat itu ghaib bagi manusia.

Oleh sebab itu, bagaimanapun tingginya kedudukan seseorang bahkan sudah dianggap syekh, ulama, kiyai atau apapun sebutan, mereka tidak mempunyai hak dan kebebasan untuk menambah cara-cara baru. Sedangkan dalam masalah keduniaan, tidak ada satu pun halangan untuk melaksanakan satu perintah dengan berbagai macam cara, baik cara-cara itu sudah pernah dipakai oleh orang-orang dahulu maupun belum. Misalnya tentang menjaga hak dan harta orang lain serta mengatur kemaslahatan umat, kesemuanya itu merupakan maksud yang menjadi tujuan syariat Islam.


Bid’ah yang diharamkan oleh syara' berkisar pada masalah ubudiyah yang sama sekali tidak dapat diusahakan kemaslahatannya atau diijtihadkan. Orang yang mengerjakan satu perbuatan (ibadah) yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi s.a.w., sama seperti meninggalkan perintahnya. Apabila sudah pasti bahwa Rasulullah saw tidak pernah mengerjakannya, kita wajib meninggalkannya sekalipun larangannya tidak ada. Dan kalau kita kerjakan, itu termasuk bidaah.


Contoh kasus tahlilan bid'ah, amalan ta’ziyah (bela sungkawa) terhadap orang yang meninggal dunia dengan membaca Al-Quran, membaca tawasul dan wirid, berkumpul dengan makan-makan bersama. Mencari rahmat dan pahala memang sudah ada sejak dahulu, tetapi cara tersebut tidak pernah terjadi pada masa Rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya. Padahal, sejak dulu zaman nabi para sahabat orang yang meninggal sudah banyak dan sahabat-sahabat r.a. pun adalah di kalangan mereka melakukan itu.
Tradisi di atas ini jelas hukumnya bid’ah dan agama tidak membenarkannya karana Rasulullah saw tidak pernah mengerjakannya juga mencontohkannya, walau larangannya pun tidak ada. Jika tradisi itu kita biarkan, kita setujui dengan alasan mencari keridloan Allah dan untuk mengantarkan orang yang meninggal supaya mendapat kasih dan rahmat Allah swt, kita sebenarnya berburuk sangka (su’u zhon) terhadap Rasulullah s.a.w. dan sahabat-sahabatnya.
Nauzubillahimin zalik!


Contoh lain ialah melafazkan niat ketika akan mengerjakan ibadah (seperti membaca ‘Usholli’ ketika hendak memulai sholat), padahal Rasulullah saw tidak pernah mengerjakannya. Contoh lain, Imam berdoa sesudah sholat subuh dan asar sambil menghadap makmum dan disambut oleh makmum mengaminkannya. Nabi tidak pernah berbuat demikian walaupun sekali. Amalan tersebut wajib kita tinggalkan dan bid’ah hukumnya kalau dikerjakan.


Kehawatiran terhadap amalan ibadah yang banyak dikerjakan orang yang nabi sendiri dan para sahabat tidak pernah mengamalkannya. Padahal merekalah sebenarnya yang lebih patut untuk mengamalkannya bila sekiranya hal tersebut dipandang baik sebagai jalan untuk bertaqarrub kepada Allah swt.


Mengapa kita harus memberatkan diri terhadap sesuatu yang Allah sendiri sudah memberikan keringanan (rukhsah)? Mengapa pula kita harus menyibukkan diri pada sesuatu yang Allah sendiri mendiamkannya? Bahkan Nabi s.a.w. sendiri pernah bersabda yang bermaksud:

View the original article here

Benarkah Persis, Persatuan Islam Ahli Bid’ah ? Aliran Sesat ?

December 31, 2013

warning ! baca dulu yang ini sangat penting
jangan di tautkan , link, follow atau di tagged ke facebook, twitter, blogger dan lain-lain, blog yang menuduh bahwa persis, persatuan islam aliran sesat di jawa barat tersebut. karena berdampak blog tersebut akan mendapatkan rank atau posisi bagus di halaman pencarian google.
 

***

Persis, Persatuan Islam Musuh Tukang Bid’ah Dan Aliran Sesat

Kaget juga saat menemukan tulisan di sebuah blog ahli bidah yang menuduh bahwa persis, persatuan islam merupakan ahli bidh’ah dan aliran sesat.di jawa barat. dengan alasan-alasan yang lebih rendah dari kata “ tak logis”, mungkin lebih tepatnya saya nilai sebagai alasan pembohong seperti alasan seorang pencuri yang menuduh orang lain yang mencuri. kenapa demikian ?

Coba simak saja alasan-alasan yang asal mangap tersebut.

  1. mendirikan Masjid dengan stempel Persis padahal nabi tidak pernah menulisi masjid dengan cap Persis (padahal yang namanya masjid adalah milik umat Islam yang mana saja tanpa memandang kelompok)
  2. Persis gemar membid’ahkan kelompok lain padahal Nabi dan para sahabatnya berlaku lembut dengan sesama muslim
  3. Persis memakai mushaf Quran dalam belajar Quran padahal Nabi mengajar para sahabatnya dulu tidak pakai quran

( * silahkan antum tertawa tapi jangan keras-keras.. huahahahaha ).

lebih jero lagi kita akan melihat kerancuan pola pikir penulis blog tersebut, dengan mengunakan kaidah usul fiqih "Dalam masalah muamalah  (ibadah ghairu mahdloh) semuanya boleh kecuali yang dilarang. Dalam masalah Ibadah Pokok (mahdloh) maka semuanya tidak boleh kecuali yang dicontohkan “ .

Rancunya dimana ? di kalimat ini .. “ . demikian pula membaca usholi sebelum takbir karena takbir merupakan awal dari sholat bukan bid’ah “ dengan kata lain usholi itu termasuk muamalah kata blog ahli bidah tersebut…hehehe. bisa di maknai juga sebelum takbir memasuki sholat menganti usholi dengan junkir balik juga bukan bid’ah walaupun di lakukan terus menerus setiap kali mau melaksanakan sholat. bukan begitu ?. Atau kita tangtang blog ahli bidah tersebut untuk tidak membaca usholi saat memasuki sholat selama 6 bulan. berani ngga yah ?

Persatuan Islam ; Antara Bid’ah dan Maslahah Mursalah

Menurut saya inilah bodohnya blog ahli bid’ah tersebut dalam membedakan antara perbuatan bid’ah dan maslahah mursalah. atau mungkin dia belum pernah mengaji hanya katanya dan menurut pendapat nenek moyongnya.

Marilah kita bahas sekilas apa itu bid’ah dan maslahah mursalah

Ulama ushul membagi dua bagian dari perbuatan-perbuatan yang tidak terjadi di zaman Rosulullah Saw; maslahah mursalah dan bid’ah. Maslahah Mursalah ialah kemaslahatan yang tidak disyari’atkan dalam bentuk hukum, karena tidak terdapat dalil yang membenarkan atau menyalahkan, tetapi perbuatan itu sangat diperlukan dalam rangka menciptakan kemaslahatan. Contohnya yang nampak pada kita yaitu membukukan Al-Qur’an.

Sedangkan yang disebut bid’ah sebagaimana yang dikemukakan oleh Imam as-Syatibiy, “Ungkapan dari suatu cara dalam agama yang diada-adakan, yang menyerupai syariat. Dikerjakan amal itu dengan maksud ingin mencapai maksimalitas (mencari nilai lebih) dalam beribadah kepada Allah Swt”. Atau “Bid’ah itu adalah suatu urusan yang baru dalam agama; berupa ‘aqidah, ibadah, atau cara ibadah yang tidak terjadi pada masa Rosulullah Saw. Lebih jelasnya yang disebut bid’ah itu, membuat cara ibadah yang baru dan menentukan waktunya.

Misalnya, pertama, talafudz bin niyyat (melafadzkan niat) sebelum melakukan shalat. Perbuatan itu baru, artinya tidak terjadi pada zaman Rosulullah Saw, para sahabatnya juga tidak oleh para imam. Perbuatan tersebut menyerupai syariah, tidak dilafadzkan selain dengan bahasa arab. Yang melafadzkan niat tersebut berkeyakinan hal itu termasuk ibadah dan mengharapkan pahala. dan banyak contoh lainya, yang tidak perlu saya sebut di sini.

Jadi jelaskan blog ahli bid’ah tersebut sebenarnya sok pintar pada hal otaknya nol derajat  hanya taqlid buta pada guru gurunya saja yang telah menyimpang.

Untuk menutup catatan ini saya kutip perkataan imam Malik bin Anas menurut beliau “ Siapa yang berbuat bid’ah dalam Islam, ia memandang perbuatan itu baik, sungguh ia telah menuduh bahwa Muhammad Saw telah mengkhianati risalah, karena Allah sudah berfirman, ‘Hari ini telah kusempurnakan agamamu...’, maka apa saja yang tidak menjadi agama pada hari itu, niscaya tidak menjadi agama pada hari ini,”

Sebab itu kita harus dapat membedakan antara urusan ta’abbudiy dengan urusan keduaniaan. wassalam.

sebagian sumber tulisan di sini : Beda Antara Bid’ah dan Maslahah Mursalah

tag:

logoncom2