Penjelasan Ungkapan Ikhtilaafu Ummatie Rahmatun

October 26, 2018

Bag Pertama.

Oleh: H. Deni Solehudin

Sumber : Buletin Risalah Jum'ah Persis
=================================

Ada ungkapan yang terkenal di kalangan masyarakat dan dinisbatkan kepada Rasulullah Sollallahu 'alaihi wasallam, ungkapan yang dimaksud adalah:

" اِخْتِلاَف أُمَّتِي رَحْمَة ".
“Perbedaan pendapat umatku adalah rahmat”.

Apakah benar ungkapan di atas adalah ucapan Rasulullah Sollallahu 'alaihi wasallam dan bagaimana maknanya?




Untuk mendudukkan pernyataan di atas, kami akan mengkaji dari segi sanad dan matan. Dari segi sanad, Imam An Nawawi mengutip perkataan Al-Khothoby dengan lafal :

قَالَ الْخَطَّابِيُّ : وَقَدْ رُوِيَ عَنْ النَّبِيّ صَلَّى اللهَّ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : " اِخْتِلاَف أُمَّتِي رَحْمَة " (شرح النووي على مسلم ـ مشكول ٦/) ٢۷
Al-Khotoby mengatakan: “telah diriwayatkan dari Nabi Sollallahu 'alaihi wasallam… sesungguhnya beliau telah bersabda :”Perbedaan pendapat umatku adalah rahmat”. (Syarah An Nawawy, 6:27).

Namun di situ tidak disebutkan sanadnya. Begitu juga Imam As Suyuthy mengatakan bahwa hadits tersebut diriwayatkan oleh Nashr Al Maqdisy dalam kiab Al-Hajjah, Imam Al-Baehaqie dalam kitabnya Ar Risalah Al Asy'ariyah dengan tanpa sanad pula. Al-Hasil, sebagaimana disimpulkan oleh Syaikh Ihsan bin Muhammad bin Ayis al-'Utaiby dalam Mi'ah min al-Ahadits al-Musytahirah 'ala Alsinah no. 43. bahwa hadits ini adalah hadits yang maudhu' (palsu) (lihat pula Al-Asrar alMarfu'ah 506 dan Tanzih asy-Syari'ah 2/402).

Sedangkan secara matan, walaupun hadits tersebut banyak dipakai oleh sebagian ulama dengan maksud yang baik yaitu untuk mempersatukan umat. Akan tetapi maksud yang baik tidaklah cukup, dan tidak akan tercapai pada tujuannya kalau dilakukan dengan cara yang tidak benar. Sebagaimana dikatakan oleh Ibn Mas'ud :

وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi ia tidak dapat mencapainya

Terlebih, hadits di atas bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits yang shahih. Allah berfirman :

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِين
Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka Senantiasa berselisih pendapat,

إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu dan untuk Itulah Allah menciptakan mereka. kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: Sesungguhnya aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (Q.S. Hud: 118-119)

وَأَطِيعُوا اللهََّ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْھَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللهََّ مَعَ الصَّابِرِينَ

dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Anfal: 46)

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهَِّ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهَِّ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهَُّ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُون

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (Ali Imran : 103)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللهََّ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَْمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهَِّ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِا َِّ وَالْيَوْمِ الآْخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِي

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman  kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An-Nisa' : 59 )

 Bersambung ke : Penjelasan Ungkapan Ikhtilaafu ummatie rahmatun ( bag kedua )

No comments:

Post a Comment